5 Cara Mengatur Jam Tidur Selama Ramadan Agar Tidak Sering Kesiangan Sahur

Ramadan itu selalu punya “ritme hidup” yang beda dari bulan-bulan biasanya. Jam tidur yang tadinya normal—misalnya tidur jam 10 malam, bangun jam 5 pagi—tiba-tiba berubah total. 

Harus bangun jam 3 pagi buat sahur, lalu siangnya tetap harus kerja, kuliah, atau ngurus aktivitas seperti biasa. 

Nah, masalah klasik yang sering banget kejadian adalah kesiangan sahur. Entah karena alarm nggak kedengeran, terlalu capek, atau tidur terlalu larut. 

Padahal sahur itu penting banget, bukan cuma buat ibadah, tapi juga buat ngasih energi supaya kamu nggak lemas seharian. 

Makanya, mengatur jam tidur selama Ramadan itu bukan sekadar soal “tidur lebih cepat”, tapi soal strategi biar tubuh tetap sinkron dengan pola baru ini tanpa bikin kamu jadi zombie setiap hari. 

Cara pertama yang paling penting adalah mulai tidur lebih awal dari biasanya, minimal geser 30–60 menit lebih cepat. Kedengarannya simpel, tapi ini sering diremehkan. 

Banyak orang tetap begadang seperti biasa, entah itu scrolling medsos, nonton series, atau main game, lalu berharap bisa bangun segar jam sahur. 

Spoiler alert: itu hampir mustahil. Tubuh manusia punya “utang tidur”, dan kalau kamu kurang tidur, alarm sekeras apa pun bisa kalah sama rasa ngantuk. 

Jadi, coba mulai disiplin. Misalnya biasanya tidur jam 12 malam, selama Ramadan biasakan tidur jam 10 atau 10.30 malam. 

Anggap aja ini sebagai “investasi energi”. Semakin cepat kamu tidur, semakin besar peluang bangun sahur tanpa drama. 

Cara kedua adalah manfaatkan tidur setelah tarawih sebagai “anchor sleep”. Setelah tarawih, jangan langsung mikir, “ah masih malam, santai dulu.” Justru ini momen emas buat langsung istirahat. 

Jangan kasih celah buat otak masuk ke mode begadang. Karena sekali kamu buka HP, lihat satu video, lalu lanjut video lain, tahu-tahu udah lewat tengah malam. 

Tidur lebih awal setelah tarawih bikin tubuh punya waktu istirahat yang cukup sebelum sahur. Ini juga bikin kualitas tidur lebih baik dibanding tidur terlalu larut dan terpaksa bangun cepat. 

Cara ketiga, jangan bergantung pada satu alarm saja. Ini kesalahan klasik yang sering bikin orang gagal sahur. Gunakan beberapa alarm sekaligus, dengan jeda waktu berbeda. 

Misalnya alarm pertama jam 3.00, kedua jam 3.05, ketiga jam 3.10. Lebih bagus lagi kalau posisi HP agak jauh dari tempat tidur, jadi kamu terpaksa bangun untuk mematikannya. 

Trik ini sederhana tapi efektif banget, karena memaksa tubuh keluar dari fase “setengah sadar” yang biasanya bikin kita tanpa sadar mematikan alarm lalu lanjut tidur lagi. 

Bonus tips: pakai nada alarm yang benar-benar mengganggu, bukan yang terlalu lembut. 

Cara keempat adalah hindari tidur terlalu larut dengan alasan “balas dendam me-time”. Banyak orang merasa Ramadan itu waktunya santai malam hari, jadi dipakai buat hiburan sampai lupa waktu. 

Padahal efeknya keesokan hari bisa brutal—bangun kesiangan, sahur kelewat, lalu puasa dalam kondisi lemas maksimal. 

Me-time itu penting, tapi harus realistis. Kamu bisa tetap menikmati waktu santai, tapi batasi. Misalnya tentukan “jam cutoff”, seperti jam 10 malam harus sudah siap tidur. Disiplin di sini adalah kunci utama. 

Cara kelima, manfaatkan power nap atau tidur siang singkat. Ini penyelamat energi selama Ramadan. 

Tidur siang 15–30 menit bisa bantu “reset” otak dan tubuh tanpa bikin kamu pusing atau malah tambah ngantuk. 

Jangan terlalu lama, karena tidur siang berlebihan justru bisa bikin kamu susah tidur malam. 

Power nap ini penting banget terutama kalau malamnya tidur kamu terbagi antara sebelum dan sesudah sahur. 

Anggap ini sebagai “tambahan baterai” supaya tubuh tetap stabil sampai waktu berbuka. 

Intinya, mengatur jam tidur selama Ramadan itu soal adaptasi dan disiplin. Tubuh kita sebenarnya fleksibel banget, tapi butuh konsistensi. 

Kalau kamu asal-asalan, tubuh bakal kacau, dan efeknya langsung terasa: kesiangan sahur, lemas seharian, produktivitas turun, dan mood berantakan. 

Tapi kalau kamu mulai atur pola tidur dengan benar—tidur lebih awal, pasang alarm yang efektif, dan manfaatkan waktu istirahat dengan cerdas. 

Ramadan justru bisa jadi bulan di mana ritme hidup kamu lebih teratur. Sahur jadi lancar, puasa jadi lebih kuat, dan aktivitas harian tetap jalan tanpa drama. #Bulan Ramadan